Dalam rangka mendukung pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Domba Berbahan Dasar Singkong di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya para peternak, melalui pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pakan ternak yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kabupaten Cilacap, Ibu Tri Komala Dewi, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal merupakan salah satu upaya untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan di pedesaan.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Insima Cilacap, yaitu Aji Fany Permana dan Supriyono. Pada kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan materi mengenai pemanfaatan singkong sebagai bahan baku pakan alternatif untuk ternak domba, mulai dari potensi bahan baku, kandungan nutrisi, teknik pengolahan yang tepat, hingga manfaatnya dalam menekan biaya produksi peternakan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengetahuan dan berbagi pengalaman dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam usaha peternakan domba. Suasana diskusi berlangsung aktif, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang memberikan wawasan baru sekaligus solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi peternak di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peternak di Desa Bingkeng memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan mengenai pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan alternatif, sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Bappeda dengan program TMMD Sengkuyung Tahap III dalam mewujudkan pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.